PENA24JAM.COM, PEMATANGSIANTAR – Antara kondisi debit air yang dipasok Perumda Tirtauli dengan tagihan pelanggan setiap bulannya dianggap tidak sesuai dan sebanding.
“Tiap bulan bayar tagihan. Tapi, tak sesuai dengan kondisi debit air yang dipasok,” ungkap seorang pelanggan, AP di sebuah warung kopi, Jalan Surabaya, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumut, Kamis (4/4/2024) sekitar jam 11.00 WIB.
Di mana, kondisi debit air di rumah milik pengusaha warung kopi dan teh manis tersebut kerap mengalami lambat atau mengecil tanpa penyebab yang jelas.
“Kalau tidak siang, pagi kondisi debit airnya seperti itu,” keluhnya sembari mengatakan bahwa setiap bulannya membayar tagihan pemakaian air melalui online.
Selain itu, kondisi debit air yang dipasok Perumda Tirtauli mengalir tidak kencang juga terjadi di rumah seorang pelanggan, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, RS.
“Kondisinya, jika air di bagian belakang rumah dijalankan. Yang di depan mengecil debit airnya. Lalau, kalau keduanya dijalankan. Mau keduanya sama sekali tak jalan airnya,” ungkapnya.
Ironisnya, Perumda Tirtauli justru terkesan kurang tanggap terhadap keluhan pelanggan. Pasalnya, meski telah diberitahu via seluler. Petugas Perumda Tirtauli tak kunjung datang melakukan pengecekan.
“Gak ada sampai sekarang datang untuk memperbaiki maupun mengecek,” keluhnya sembari mengaku sudah malas melaporkan kembali kepada Perumda Tirtauli.
Hal yang sama juga telah dilakukan pelanggan, RS. Berulangkali melaporkan kondisi debit air yang mengecil lewat seluler. Namun, hingga hari ini tak kunjung melakukan pengecekan.
“Tahun lalu juga sudah diberitahukan anak saya ke petugas pam. Sampai sekarang belum datang. Percuma tiap bulan taat bayar tagihan,” katanya.
Plt Direktur Utama Perumda Tirtauli, Arianto saat dikonfirmasi melalui seluler, Kamis (4/4/2024) sekitar jam 19.56 WIB, menyampaikan selama ini air kita memang kurang bg, jd utk bisa melayani masyarakat hrs kita lakukan pembagian sedikit2 ke masyarakat agar dapat merata.
“Ini terpaksa kita lakukan demi pemerataan bg,namun demikian bkn berarti saya tinggal diam bg,sudah kita dapatkan sumber mata air utk menambah kapasitas produksi guna peningkatan pelayanan terhadap masyarakat pelanggan Tirta Uli..beri waktu saya paling lama 1 bulan ya bg..krn saat ini kami sedang melakukan pengaturan jaringan air..sifat pengaturan tekanan air tidak bisa seperti jaringan listrik bg..gk bs kita langsung masukan air dgn tekanan tinggi krn berdampak pada ketahanan pipa,klu serta merta kita tambah tekanan air bisa mengakibatkan pipa pecah,” balasnya.
Disinggung bahwa pembayaran tagihan, pelanggan tidak boleh sedikit-sedikit dan keluhan pelanggan kenapa tidak ditindaknjuti. Arianto kembali menyampaikan balasan, Kalau bayaran air itu kan berdasarkan pemakaian bg..gk boleh di banyak2i atau pun disedikit2i,,ada alat pengadil yaitu meter air…Utk keluhan pelanggan krn mlm ini baru saya terima, besok anggota saya turunkan ya bg.
“Kalau bayaran air itu kan berdasarkan pemakaian bg..gk boleh di banyak2i atau pun disedikit2i,,ada alat pengadil yaitu meter air…
Utk keluhan pelanggan krn mlm ini baru saya terima, besok anggota saya turunkan ya bg. Tgl 2 semalam sudah kita sudah lakukan penambahan produksi air 44 liter/detik bg,” balasnya lagi. (di)

Discussion about this post