PENA24JAM, SIMALUNGUN – Kebakaran rumah kembali terjadi di Kabupaten Simalungun. Kali ini di Jalan Asahan KM 4, Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Senin (28/3/2022) sekira jam 13.30 WIB.
Pantauan di lokasi, untuk mengatasi pemadaman api, tidak pemadam kebakaran (damkar) dari Kabupaten Simalungun. Melainkan damkar dari Kota Siantar sebanyak empat unit dan PT STTC sebanyak satu unit.

Selain itu, arus lalu lintas di Jalan Asahan dari dua arah sempat terjadi macet panjang saat proses pemadaman api berlangsung.
Informasi diperoleh, jumlah rumah yang hangus terbakar tepatnya di depan kantor Camat Siantar tersebut sebanyak dua unit milik, Arbitho Togar SP Panggabean (54) dan Rianto Nainggolan (35).
“Pemilik dua rumah itu, Arbitho Togar SP Panggabean (54) dan istrinya Mida Purba. Kemudian, Rianto Nainggolan dan istrinya Laura Panggabean. Di lokasi sudah dibuat tenda darurat,” jelas Sekretaris Desa Dolok Marlawan, Sintong Turnip.
Sebelumnya, seorang warga, Hesti Hotma Hutagalung (saksi) ada melihat percikan api ke luar dari meteran listrik rumah milik, Rianto Nainggolan. Diduga akibat korsleting (sambungan arus pendek).
Tak lama kemudian, api langsung membesar dan membakar rumah. Lalu, sejumlah orang yang masih berada di dalam rumah, langsung berlari dan berteriak minta tolong.
Selain itu, akibat kebakaran tersebut, tangan sebelah kiri pemilik salah satu rumah yang hangus terbakar, Arbitho Togar SP Panggabean melepuh dan luka setelah sempat terkena api.
“Iya. Yang kena bakar tangannya itu pemilik salah satu rumah terbakar, Arbitho Togar SP Panggabean. Bukan Rianto Nainggolan,” sebut Sekretaris Desa.
Camat Siantar, Edward Girsang kepada wartawan menjelaskan, jumlah rumah yang terbakar sebanyak dua unit. “Bermarga Panggabean dan Nainggolan,” jelas Camat.
Camat mengatakan, atas kejadian tersebut, akan menyerahkan bantuan untuk meringankan beban kedua KK yang menjadi korban kebakaran dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial.
“Mungkin besok kami serahkan bantuan. Dan kalau nanti belum ada tenda darurat untuk kedua KK yang menjadi korban kebakaran, di sini (ruang Harungguan) juga boleh sementara,” kata Camat.
Sebelumnya, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun, Manaor Silalahi saat dikonfirmasi melalui seluler, Selasa (22/3/2022) sekira jam 21.05 WIB menjelaskan, damkar saat ini sedang pembenahan karena kondisi memang sangat memprihatinkan.
“Dari enam unit, yang bisa digunakan hanya tiga. Tiga lagi kondisinya rusak. Posisinya, satu di posko, di Perdagangan dan satu lagi di Raya,” jelas mantan Camat Hutabayu Raja dan Sidamanik tersebut.
Manaor mengatakan, satu demi satu sudah diperbaiki karena dana terbatas. Dan mudah-mudahan dalam tahun ini dapat diperbaiki. “Mesin pompanya yang rusak. Bukan mesin mobilnya. Sementara, mesin pompa itu nafasnya pemadam kebakaran,” katanya.
Manaor menerangkan, semua mobil pemadam kebakaran yang masih digunakan merupakan peninggalan masa Bupati Simalungun, Jhon Hugo Silalahi. “Dan 10 tahun belakangan ini tidak pernah ada pengadaan mobil damkar,” terangnya.
Manaor menambahkan, sehingga, damkar di Simalungun selama ini drastis teridur. Untuk itu, lanjut Manaor, program tahun ini akan dilakukan perbaikan damkar dan pendidikan pelatihan (diklat) personil.
“Kemarin direncanakan pengadaan dua unit. Namun, karena dana terbatas, bisanya hanya perbaikan dan diupayakan serta menambah pos siaga pemadam kekabaran. Sekaligus mendorong desa agar giat melakukan penanganan damkar tahun ini,” paparnya. (Tim)
Discussion about this post